27.1 C
Jakarta
Minggu, Juli 5, 2026

Desakan ke Kapolri Menguat, Kasus Pasaman Dinilai Sarat Kejanggalan

Lidikkrimsus news– Jakarta || Desakan agar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengambil alih penanganan kasus Pasaman kian menguat. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kolaborasi Anak Bangsa Nasional menyatakan akan menggelar aksi di Mabes Polri pada 14 Januari 2026, menyusul belum terungkapnya secara jelas kasus percobaan pembunuhan terhadap Nenek Saudah serta dugaan pengancaman terhadap aktivis dan wartawan.

Penanggung jawab aksi, Alim Sofian Ritonga, menilai penanganan perkara di tingkat daerah belum menjawab sejumlah pertanyaan publik, terutama terkait motif, aktor, dan dugaan keterkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal.
“Ketika satu peristiwa berdiri sendiri mungkin bisa disebut insiden. Tapi ketika ada penolakan tambang, lalu terjadi percobaan pembunuhan, kemudian muncul pengancaman terhadap aktivis dan wartawan, ini sudah menjadi rangkaian peristiwa yang patut dicurigai,” kata Alim.

Ia menilai terdapat kecenderungan pengaburan fakta dengan menggiring perkara sebagai konflik personal. Padahal, menurutnya, akar persoalan justru belum disentuh secara serius.


“Yang disentuh baru permukaan. Kami belum melihat upaya serius membongkar siapa aktor di belakang aktivitas tambang ilegal, siapa yang merasa terganggu, dan siapa yang diuntungkan,” ujarnya.

Alim menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan mendorong pengusutan menyeluruh, termasuk membuka kemungkinan adanya peran pihak-pihak tertentu yang selama ini belum tersentuh hukum.
Surat pemberitahuan aksi telah disampaikan ke Mabes Polri. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari kepolisian mengenai progres penanganan kasus yang menjadi sorotan publik tersebut.

(LKN)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles