Dalam upaya menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, Polda Kalbar menerima aspirasi Aliansi Umat Islam Bersatu Kalimantan Barat yang menggelar aksi damai di Mapolda Kalbar, Jumat (9/1/2026).
Pontianak, LidikKrimsusNews.com | Sekitar 100 orang massa yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan berkumpul di Masjid Mujahidin sebelum bergerak menuju Polda Kalbar. Dengan pengamanan ketat aparat kepolisian, aksi berjalan aman dan tertib.
Dalam orasinya, massa menyampaikan kekhawatiran terhadap keberadaan Tarekat Al-Mu’min yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan dan gangguan ketertiban umum apabila tidak ditangani secara serius oleh pihak berwenang.
Polda Kalbar kemudian membuka ruang dialog dengan menerima 15 perwakilan massa untuk audiensi bersama jajaran Dit Reskrimum. Audiensi tersebut dipimpin oleh AKBP Siswo Dwi Nugroho dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kalbar.
Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar, yang didukung oleh LPM, SPM, IKBM, dan LKM, menyampaikan tuntutan agar aparat kepolisian menindaklanjuti persoalan Tarekat Al-Mu’min sesuai hukum, termasuk pembubaran dan proses hukum terhadap pimpinan tarekat, Muhammad Efendi Sa’ad.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengapresiasi kedewasaan massa dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib. Polda Kalbar terbuka terhadap masukan dan laporan masyarakat, serta berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap laporan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, guna menjaga ketenangan dan keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Kalimantan Barat.
Aksi damai tersebut berakhir pada sore hari dalam keadaan aman dan kondusif, tanpa gangguan keamanan.
