Sajuta Janjang Mangkrak di Agam: Miliaran Rupiah Hangus, Negara Kalah Mengurus Mimpi Rakyat
Agam – Di lereng Singgalang, proyek raksasa Sajuta Janjang kini berubah jadi tontonan menyedihkan. Yang semestinya jadi ikon pariwisata Sumatera Barat, kini hanya puing mangkrak yang menelan miliaran rupiah uang negara. Sebuah monumen kegagalan yang menelanjangi betapa pemerintah pandai berjanji, tapi lemah menunaikan.
Lahir dari gagasan luhur pada 2013—hasil musyawarah perantau dan anak nagari Pakan Sinayan—Sajuta Janjang diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ribuan warga bersaksi ketika Tugu Lereng Singgalang diresmikan dengan gegap gempita. Pemerintah daerah bahkan ikut bersuara lantang, menjanjikan dukungan penuh. Dana miliaran rupiah pun digelontorkan sejak 2017.
Namun apa hasilnya? Pandemi dijadikan kambing hitam. Setelah dihentikan 2020, proyek dibiarkan terbengkalai. Tidak ada evaluasi, tidak ada kepastian, dan tidak ada keberanian untuk melanjutkan. Uang habis, rakyat kecewa, negara diam.
Padahal, lokasinya emas: hanya 5 kilometer dari Bukittinggi, jantung wisata Sumatera Barat. Selesai dikerjakan, Sajuta Janjang bisa menyerap tenaga kerja, memutar roda UMKM, dan menjadi magnet wisata baru. Tapi karena kelalaian, ia kini hanya jadi saksi bisu kebijakan setengah hati.
“Kami merasa dikhianati. Jangan biarkan mimpi anak nagari terkubur begitu saja. Pemerintah pusat harus turun tangan menyelamatkan Sajuta Janjang,” tegas Mel Sofyan, tokoh perantau sekaligus penggagas awal.
Hari ini, publik hanya bisa menatap pahit bangunan setengah jadi di lereng Singgalang. Miliaran rupiah sudah habis, tapi manfaatnya nihil. Pemerintah pusat dituntut hadir, bukan hanya jadi penonton. Jika tidak, sejarah akan mencatat Sajuta Janjang sebagai bukti nyata negara kalah mengurus mimpi rakyat kecil
Pertanyaannya jelas:
Apakah pemerintah rela uang rakyat dikubur tanpa hasil? Apakah proyek kerakyatan harus mati hanya karena birokrasi tumpul? Ataukah ini memang cara halus membiarkan Sumatera Barat kehilangan masa depannya di sektor pariwisata?
Tim : Investigasi
