Disorot LSM, Warga Siantan Tengah Justru Puas dan Bangga atas Pembangunan Puskesmas Pontianak Utara
LIDIKKRIMSUSNews.Com—Pontianak Utara — Di tengah sorotan sejumlah LSM terhadap pelaksanaan pembangunan Puskesmas di Kelurahan Siantan Tengah, suara berbeda justru datang dari pihak yang paling dekat dengan proyek tersebut. Para Ketua RT, RW, dan warga setempat secara terbuka menyatakan kepuasan dan kebanggaan atas kinerja kontraktor pelaksana yang dinilai bertanggung jawab dan profesional.
Sejak awal pembangunan, masyarakat mengaku aktif mengawal jalannya proyek dan menyaksikan langsung proses pekerjaan dari hari ke hari.
> Hendi, Ketua RT 03 RW 18, menyampaikan bahwa kualitas pekerjaan di lapangan sangat terlihat nyata.
“Kami melihat langsung prosesnya setiap hari. Pekerjaannya rapi, teratur, dan tidak asal-asalan. Warga di lingkungan kami justru merasa bangga dengan pembangunan puskesmas ini,” ujarnya.
Penilaian Langsung Warga: Pekerjaan Rapi dan Meyakinkan
Hal senada disampaikan Helmi, Ketua RT 02 RW 19. Menurutnya, sorotan yang menyudutkan proyek tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan.
> “Kalau ada yang menilai pekerjaannya tidak sesuai, itu sangat bertolak belakang dengan yang kami lihat. Secara visual bangunannya bagus dan progresnya jelas,” kata Helmi.
Tarmidi, Ketua RT 02 RW 18, menegaskan bahwa masyarakat sekitar tidak hanya melihat hasil, tetapi juga cara kerja kontraktor.
> “Bukan hanya hasilnya, cara kerjanya juga bertanggung jawab. Mereka terbuka dengan warga dan menjaga lingkungan. Itu yang membuat kami yakin,” ujarnya.RW Tegaskan Kepercayaan pada Pemeriksaan Resmi
Dari tingkat wilayah, Samsudi, Ketua RW 18, menyatakan bahwa masyarakat tidak keberatan jika proyek ini diperiksa oleh pihak berwenang, bahkan justru mendukung.
> “Kami sangat yakin. Kalau PPK, Dinas, atau Inspektorat turun memeriksa, kami percaya hasilnya akan sesuai dengan kontrak dan spesifikasi. Karena kami melihat langsung material dan prosesnya,” tegas Samsudi.Warga RW Lain Ikut Mengapresiasi
Dukungan juga datang dari wilayah sekitar. Julkifli, Ketua RT 05 RW 15, menilai proyek ini layak diapresiasi karena jarang menimbulkan persoalan sosial.
> “Proyek ini tidak menimbulkan masalah dengan warga. Pelaksananya bertanggung jawab dan menghargai lingkungan. Ini contoh pekerjaan yang seharusnya,” ungkap Julkifli.
Tender Terbuka dan Kompetitif
Dari sisi administrasi pengadaan, pembangunan Puskesmas Pontianak Utara dilaksanakan melalui tender terbuka dan kompetitif:
Diikuti sekitar 30 penyedia jasa,
Menggunakan sistem resmi pemerintah (LPSE),
Dengan harga penawaran terendah dari pagu anggaran.
Fakta ini menunjukkan adanya efisiensi anggaran negara, bukan pemborosan, serta menutup ruang spekulasi adanya pengondisian proyek.
Kritik Perlu Data, Bukan Stigma
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak kritik dan pengawasan, namun berharap agar fungsi kontrol sosial dilakukan secara objektif, berbasis data, dan tidak terburu-buru menyudutkan.
Sorotan tanpa konfirmasi ke warga dan tanpa dasar audit resmi dinilai justru mengaburkan fakta lapangan dan mengesampingkan suara masyarakat penerima manfaat.
Penutup
Pembangunan Puskesmas Siantan Tengah adalah harapan besar masyarakat dalam meningkatkan layanan kesehatan. Di tengah berbagai sorotan, suara RT, RW, dan warga setempat menjadi penegasan bahwa kualitas pekerjaan tidak bisa dinilai dari dugaan, melainkan dari fakta yang terlihat dan diawasi bersama.
Masyarakat Siantan Tengah memilih sikap tegas: mengawal pembangunan, mendukung pemeriksaan resmi, dan menolak stigma yang tidak berdasar.
Tim : Liputan
Nara Sumber : warga kelurahan siantan tengah
