DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM) ADHI BLACK: SATU BULAN LEBIH AIR TIDAK MENGALIR, TAPI TAGIHAN TETAP BERJALAN. JANGAN UJI KESABARAN MASYARAKAT AMPERA RAYA!
LIDIKKRINSUSNews.Com — Kubu Raya – Panglima Besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM), Hadi Firmansyah (Adhi Black), menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait keluhan masyarakat Ampera Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang mengaku mengalami gangguan distribusi air bersih selama lebih dari satu bulan.
Menurut Adhi Black, persoalan ini tidak dapat lagi dipandang sebagai gangguan teknis biasa. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut kesehatan, kebersihan, ibadah, serta kelangsungan aktivitas sehari-hari masyarakat. Ketika pelayanan publik tidak berjalan dalam waktu yang berkepanjangan, masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang layak, penjelasan yang transparan, dan solusi yang nyata.
Yang menjadi sorotan utama adalah dugaan bahwa meskipun distribusi air tidak mengalir secara normal selama lebih dari satu bulan, tagihan kepada pelanggan tetap diterbitkan. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan dan pertanyaan besar mengenai kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
«”Kami tidak sedang mencari sensasi. Kami sedang menyuarakan jeritan masyarakat. Sudah lebih dari satu bulan warga Ampera Raya kesulitan mendapatkan air bersih, namun tagihan tetap berjalan. Jika memang terjadi gangguan, masyarakat berhak mengetahui penyebabnya, langkah penyelesaiannya, estimasi normalisasi, serta kebijakan yang diberikan kepada pelanggan yang terdampak,” tegas Adhi Black.»
DPP Laskar Pemuda Melayu menegaskan bahwa pihaknya berdiri bersama masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak warga sebagai pengguna layanan publik. Pelayanan publik harus dijalankan dengan prinsip profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Oleh karena itu, DPP LPM mendesak manajemen PDAM Kubu Raya agar segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai:
– Penyebab gangguan distribusi air bersih.
– Wilayah yang terdampak.
– Langkah-langkah perbaikan yang telah dan sedang dilakukan.
– Estimasi waktu normalisasi pelayanan.
– Kebijakan atau bentuk pertanggungjawaban kepada pelanggan yang selama ini tidak memperoleh layanan secara optimal.
Adhi Black menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak terdapat langkah nyata maupun komunikasi resmi yang memberikan kepastian kepada masyarakat, maka dirinya bersama warga Ampera Raya akan mendatangi kantor PDAM Kubu Raya untuk menyampaikan aspirasi secara langsung serta meminta pertanggungjawaban atas pelayanan publik yang dinilai tidak optimal.
“Kami menginginkan solusi, bukan janji yang terus diulang. Kesabaran masyarakat ada batasnya. Jangan sampai kepercayaan publik semakin merosot akibat lambannya penyelesaian persoalan ini. Kehadiran kami nanti merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai agar suara masyarakat didengar dan hak-haknya dihormati,” ujar Adhi Black.»
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mengedepankan sikap damai, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku dalam setiap penyampaian aspirasi.
Di akhir pernyataannya, Adhi Black menegaskan bahwa air bersih bukan sekadar komoditas pelayanan, melainkan kebutuhan pokok yang menjadi hak masyarakat.
Pelayanan publik dibangun untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Kami meminta PDAM Kubu Raya segera membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata. Masyarakat tidak boleh terus menanggung dampak gangguan layanan tanpa kepastian penyelesaian. Hak masyarakat harus dihormati, pelayanan harus dipulihkan, dan kepercayaan publik harus dikembalikan,” tutupnya.
DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) LASKAR PEMUDA MELAYU (LPM)
Hadi Firmansyah (Adhi Black)
Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu
Tim Investigasi DPP LPM
